Banyak mitos kesehatan yang beredar di masyarakat dan dipercaya turun-temurun. Padahal, beberapa di antaranya tidak sepenuhnya benar menurut ilmu kedokteran modern. Berikut adalah beberapa mitos kesehatan yang perlu kita ketahui kebenarannya.

1. Harus Minum Delapan Gelas Air Sehari

Anjuran minum delapan gelas air sehari memang populer, tetapi kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Faktor seperti usia, berat badan, jenis kelamin, aktivitas, dan suhu lingkungan mempengaruhi kebutuhan cairan. Rata-rata pria dewasa membutuhkan sekitar 3,7 liter cairan per hari, sedangkan wanita sekitar 2,7 liter. Namun, ini termasuk cairan dari makanan dan minuman lain, bukan hanya air putih.

2. Cuaca Dingin Menyebabkan Sakit

Keluar rumah saat cuaca dingin tidak langsung membuat kita sakit. Penyakit seperti flu disebabkan oleh virus. Meskipun virus lebih mudah menyebar di udara dingin dan kering, serta orang lebih sering berkumpul di dalam ruangan, tetap saja virus penyebabnya, bukan udaranya.

3. Sarapan adalah Waktu Makan Terpenting

Sarapan memang baik untuk memulai hari, tetapi bukan berarti waktu makan ini yang paling penting. Penelitian belum membuktikan bahwa sarapan otomatis membuat seseorang lebih sehat. Yang terpenting adalah kualitas makanan dan pola makan sepanjang hari. Bagi sebagian orang, sarapan membantu memenuhi nutrisi, tapi melewatkannya juga tidak masalah asalkan kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

4. Harus Berjalan 10.000 Langkah Sehari

Target 10.000 langkah sangat populer, namun angka itu bukan patokan ilmiah. Studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar 7.000 langkah sehari sudah cukup untuk menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti jantung, diabetes, kanker, demensia, dan depresi. Jadi, tidak perlu merasa gagal jika belum mencapai 10.000 langkah. Yang penting adalah meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap.

5. Membunyikan Buku Jari Menyebabkan Radang Sendi

Kebiasaan membunyikan buku jari sering dianggap menyebabkan arthritis. Namun, penelitian tidak menemukan hubungan antara keduanya. Suara 'krek' berasal dari gelembung gas dalam cairan sendi. Kebiasaan ini juga tidak terbukti menurunkan fungsi tangan secara signifikan.

6. Vaksin Flu Menyebabkan Flu

Vaksin flu suntik menggunakan virus yang sudah dimatikan, sehingga tidak mungkin menyebabkan flu. Jika setelah vaksinasi merasa tidak enak badan, itu adalah respons normal sistem kekebalan tubuh. Bisa juga seseorang sudah terinfeksi virus sebelum vaksin bekerja. Vaksin flu tetap penting untuk mengurangi risiko flu berat.

7. Membaca dalam Cahaya Redup Merusak Mata

Membaca dengan pencahayaan kurang memang membuat mata cepat lelah, tetapi tidak menyebabkan kerusakan permanen. Masalah penglihatan jangka panjang lebih dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi mata. Meski begitu, tetap disarankan membaca dengan cahaya cukup agar lebih nyaman.

8. Harus Menunggu 30 Menit Setelah Makan Sebelum Berenang

Nasihat ini sudah lama beredar, tetapi American Red Cross menyatakan bahwa berenang dalam waktu satu jam setelah makan tidak meningkatkan risiko tenggelam. Risiko berenang lebih terkait dengan infeksi air, kecelakaan, dan kurangnya pengawasan.

9. Urutan Minum Alkohol Menentukan Beratnya Hangover

Ungkapan 'beer before liquor, never been sicker' tidak sepenuhnya benar. Beratnya hangover lebih ditentukan oleh jumlah alkohol yang diminum, bukan urutan jenis minuman. Semakin banyak alkohol, semakin besar kemungkinan hangover.

10. Tidak Bisa Hamil Saat Menstruasi

Peluang hamil saat menstruasi memang lebih rendah, tetapi bukan tidak mungkin. Ovulasi bisa terjadi lebih awal, terutama pada siklus pendek. Sperma dapat bertahan hingga lima hari di saluran reproduksi. Jadi, menstruasi bukan metode kontrasepsi yang aman.

Itulah beberapa mitos kesehatan yang sering kita dengar. Penting untuk selalu mencari informasi yang benar dan tidak mudah percaya pada mitos. Kesehatan adalah hal yang kompleks, dan setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.

Reporter: Salsabila Wahyudi